PALU, – Personel Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Alam TNI AL Koarmada VI melalui Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palu terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Sulawesi Tengah. Pada Rabu malam (17/6/2026), personel Satgas turun langsung ke lokasi terdampak untuk melakukan pembersihan puing-puing rumah warga yang roboh serta mengamankan bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Uenuni, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, salah satu wilayah yang mengalami dampak kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.
Di lokasi tersebut, personel Satgas melakukan pembersihan sisa bangunan rumah warga yang runtuh akibat guncangan gempa. Material bangunan berupa bata, kayu, dan besi yang berserakan di sekitar permukiman diangkat dan dipindahkan guna membuka akses lingkungan sekaligus mengurangi risiko bahaya bagi warga.
Selain membersihkan puing-puing bangunan, personel juga memastikan tidak ada barang berharga milik warga yang masih tertimbun di antara reruntuhan.
Usai melaksanakan pembersihan di area permukiman, tim melanjutkan kegiatan dengan mengamankan pagar bangunan Gereja Kebangunan Kalam Allah (GKKA) yang mengalami kemiringan akibat dampak gempa.
Kondisi pagar yang tidak lagi stabil dinilai berpotensi membahayakan rumah-rumah warga yang berada di sekitarnya. Untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar, personel Satgas melakukan pembongkaran terhadap bagian pagar yang rawan roboh sehingga tidak mengancam keselamatan masyarakat maupun jemaat yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Komandan Lanal Palu, Kolonel Marinir M. Ali Wardhana, S.E., M.Tr.Opsla., M.M., mengatakan kehadiran TNI Angkatan Laut dalam penanganan bencana merupakan bagian dari tugas kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Bagi TNI Angkatan Laut, tugas kami tidak hanya menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan. Kami juga memiliki tanggung jawab untuk hadir membantu masyarakat ketika menghadapi situasi sulit, termasuk saat terjadi bencana alam. Kami akan terus berupaya memberikan bantuan terbaik guna meringankan beban warga yang terdampak,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus memperkuat semangat gotong royong dalam proses pemulihan pascabencana.
“Kekuatan terbesar kita untuk bangkit dari bencana adalah kebersamaan, persatuan, dan gotong royong seluruh komponen masyarakat,” tambahnya.
Hingga saat ini, Satgas Penanggulangan Bencana Alam TNI AL Lanal Palu masih terus melakukan pemantauan di sejumlah titik terdampak serta membantu penanganan kerusakan sesuai kebutuhan masyarakat.
Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan mengutamakan aspek keselamatan, ketertiban, dan kehati-hatian guna memastikan proses penanganan bencana berjalan efektif dan aman.(*)
