PALU — Pasca kebakaran yang melanda Sekolah Dasar Negeri (SDN) 11 Kota Palu pada Senin (24/8), pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Sosial (Dinsos), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu mendirikan tenda darurat sebagai lokasi sementara kegiatan belajar mengajar.

Dua tenda darurat tersebut didirikan pada Selasa (25/8) pagi, sesuai instruksi Wakil Wali Kota Palu Imelda saat meninjau langsung lokasi kebakaran pada Senin kemarin.

Kedua tenda tersebut akan digunakan untuk menampung sekitar 100 siswa yang terdampak kebakaran, khususnya siswa kelas I, II, III, dan IV.

Kepala SDN 11 Kota Palu, Afridah, mengatakan, siswa kelas II juga turut dipindahkan ke tenda darurat meskipun ruang kelas mereka tidak ikut terbakar.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil demi mengantisipasi kemungkinan runtuhnya puing-puing bangunan dari ruang kelas yang terbakar dan membahayakan keselamatan siswa.

“Untuk kelas II terpaksa kami ungsikan juga ke tenda darurat, karena kami takut puing bangunan yang terbakar bisa roboh dan menimpa kelas mereka. Kondisi ini sangat berbahaya bagi keselamatan siswa kami,” jelas Afridah.

Afridah mengungkapkan, sebelum terjadi kebakaran, SDN 11 Palu memang hanya memiliki tujuh ruangan. Fasilitas tersebut terdiri atas enam ruang kelas dan satu ruang guru.

“Jadi memang sejak awal seperti itu. Kami tidak memiliki ruang perpustakaan,” ungkapnya.

Ia berharap Pemerintah Kota Palu dapat segera menangani dampak kebakaran tersebut sehingga proses belajar mengajar para siswa dapat kembali berlangsung secara normal.

“Kami berharap persoalan ini bisa segera diselesaikan, sehingga anak-anak dapat kembali belajar dengan nyaman dan aman seperti biasanya,” harap Afridah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *