PALU, – Si Jago merah kembali melalap habis dua unit rumah, sebuah kios dan satu usaha barbershop pada Senin (09/02) malam tadi, sekitar pukul 20.15 WITA. Lokasi kebakaran itu terjadi di Jalan Garuda, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu.
Kronologis kejadian menurut saksi, di tempat kejadian, api pertama terlihat di bagian depan sebuah kios tempat jerigen dan botol berisi bensin disimpan. Api kemudian dengan cepat membesar dan mulai membakar barang-barang di dalam kios hingga warga turun tangan membantu evakuasi.
“Saat melintas, saya melihat api sudah membesar dan saya langsung menyelamatkan pemilik kios dan sejumlah barang yang masih bisa diselamatkan,” ujar saksi.
Sementara itu, dari keterangan korban, kebakaran bermula saat korban bersama anaknya sedang memindahkan bensin dari jerigen berisi pertalite dengan kapasitas 35 liter. Bahan Bakar Minyak (BBM) itu lalu sedang dipindahkan ke sejumlah botol kecil. Dikarenakan kondisi lampu saat itu sedang padam, anak korban lalu menyalakan lilin dan diletakkan dekat BBM Pertalite.
Api dari lilin langsung menyambar BBM Pertalite di botol serta jerigen sehingga memicu terjadi ledakan kecil, kebakaran pun tak terelakkan lagi.
Sebanyak 6 unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palu tiba di lokasi untuk melakukan proses pemadaman dan pendinginan. Proses ini berlangsung hingga kurang lebih pukul 21.15 WITA, dan api berhasil dipadamkan sepenuhnya tanpa korban jiwa. Diperkirakan kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp 300 Juta.
Secara terpisah, Kapolresta Palu Kombes Pol Hari Rosena, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Palu Selatan, AKP Muhammad Kasim, S.H. mengatakan, Api cepat sekali membesar karena banyak bahan mudah terbakar di dalam kios, dan api itu kemudian merambat ke rumah barbershop di sebelahnya.
“Kami akan segera menindaklanjuti pengecekan di lokasi kejadian bersama tim terkait agar penyebab pasti kebakaran dapat diketahui secara hukum dan teknis, serta menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam penanganan bahan mudah terbakar seperti bensin,” kata Kapolsek.
Lebih lanjut ditegaskan, bagi masyarakat untuk selalu menjaga keselamatan saat bekerja di area rumah dan kios, terutama saat menggunakan penerangan pada saat listrik padam karena ini bisa menjadi salah satu faktor risiko kebakaran.
Penyelidikan awal menunjukkan, kebakaran ini kemungkinan besar disebabkan oleh kelalaian saat pengisian dan penyaluran bensin serta penggunaan lilin dekat bahan mudah terbakar, sehingga masyarakat diharapkan lebih waspada terutama saat memasukkan bahan bakar di ruang tertutup.(*)



