BUOL, – Memasuki hari kedua kunjungan kerja di wilayah Tolitoli–Buol, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah, Nuzul Rahmat R, S.H., M.H., melanjutkan agenda dengan mengunjungi Kejaksaan Negeri (Kejari) Buol, Rabu (15/4/2026).
Sebelumnya, rombongan Kajati Sulteng telah menyambangi Cabang Kejaksaan Negeri Tolitoli di Laulalang. Setibanya di Kejari Buol, rombongan disambut hangat oleh Kepala Kejaksaan Negeri Buol beserta jajaran, serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.
Pada kunjungan tersebut, Kajati Sulteng turut meresmikan Mess Adhyaksa Kejari Buol. Peresmian ini menjadi simbol perhatian terhadap peningkatan kesejahteraan pegawai kejaksaan sekaligus upaya mendukung kinerja aparatur di daerah.
Dalam sambutannya, Kajati Sulteng menekankan pentingnya menjaga integritas dan independensi lembaga dalam menjalankan tugas penegakan hukum. Ia mengingatkan agar seluruh jajaran tetap berpegang pada peraturan perundang-undangan dan tidak terpengaruh oleh faktor eksternal.
Selain itu, Kajati juga menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan, termasuk penghargaan berupa gelar kehormatan. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan sinergi yang terjalin antara Kejaksaan dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Kajati Sulteng turut menegaskan pentingnya kerja sama yang solid dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD), guna meningkatkan kualitas kinerja serta mendukung percepatan pembangunan di daerah.
Dalam kesempatan itu, Kajati juga memaparkan peran bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) serta intelijen Kejaksaan, di antaranya dalam memberikan pendampingan hukum dan pengawalan proyek-proyek strategis. Upaya tersebut merupakan bagian dari mitigasi risiko melalui langkah pencegahan yang sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional.
Agenda kunjungan dilanjutkan dengan briefing kepada jajaran Kejari Buol yang diawali dengan pemaparan capaian kinerja oleh Kepala Kejari Buol. Dalam arahannya, Kajati Sulteng menyampaikan pesan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kinerja. Ia juga menekankan pentingnya pembinaan serta penguatan sumber daya manusia di setiap bidang guna meminimalkan berbagai hambatan.
Pada kesempatan yang sama, Asisten Intelijen Kejati Sulteng, Salman, S.H., M.H., menyoroti pentingnya optimalisasi penggunaan aplikasi “Jaga Desa” sebagai sarana pengawasan dan penegakan hukum di tingkat desa. Ia menyebutkan bahwa implementasi aplikasi tersebut di Sulawesi Tengah masih perlu ditingkatkan agar sesuai dengan target nasional, melalui pendampingan kepada aparat desa.
Mengakhiri rangkaian kegiatan, Kajati Sulteng menyampaikan permohonan maaf dan pamit kepada seluruh jajaran, seiring dengan berakhirnya masa tugasnya di wilayah Sulawesi Tengah.
Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah dalam memperkuat kelembagaan, meningkatkan kualitas pelayanan hukum, serta memastikan pelaksanaan tugas penegakan hukum berjalan efektif, profesional, dan berintegritas sesuai harapan masyarakat.(*)





