SIGI, – Delapan tahun pasca bencana gempa bumi dan likuifaksi yang melanda Sulawesi Tengah pada 2018, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Biromaru hingga kini masih memanfaatkan gedung lama untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).
Meski bangunan tersebut tidak mengalami kerusakan signifikan dan masih dinilai layak digunakan, kondisi fisiknya belum pernah tersentuh perbaikan sejak bencana terjadi.
Kepala SDN 1 Biromaru, Hj. Warda, S.Pd., SD., saat ditemui pada Kamis (16/04) pagi, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah mengusulkan rehabilitasi gedung. Usulan tersebut didasari oleh kondisi bangunan yang telah digunakan selama bertahun-tahun tanpa perbaikan.
Ia berharap, pada masa akhir jabatannya sebagai kepala sekolah, perbaikan gedung serta penambahan fasilitas baru dapat terealisasi sebagai bagian dari peningkatan kualitas sarana pendidikan.
“Selain rehabilitasi gedung sekolah, kami juga merencanakan pembangunan aula musala untuk menunjang kegiatan siswa,” ujarnya.
Saat ini, pihak sekolah masih menunggu kedatangan tim konsultan dari pemerintah daerah untuk melakukan tahap awal peninjauan sebagai bagian dari proses rehabilitasi.
Upaya ini diharapkan dapat segera terealisasi guna mendukung kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar di SDN 1 Biromaru.(*)





