SIGI, – Sebanyak tujuh orang pendaki mengalami kondisi membahayakan manusia (KMM) setelah mengalami kendala logistik di Pos 3 Gunung Nokilalaki, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Informasi mengenai kondisi tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 06.15 WITA dari Jihan, yang merupakan rekan para pendaki.
Berdasarkan laporan awal operasi SAR, kejadian bermula pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 07.00 WITA. Sebanyak 11 orang pendaki melakukan pendakian menuju Puncak Nokilalaki Mantiti.
Dalam perjalanan, para pendaki mengalami kendala logistik sehingga belum dapat turun dari lokasi. Dari 11 orang tersebut, empat orang berhasil kembali, sementara tujuh lainnya masih berada di Pos 3 Gunung Nokilalaki.
Ketujuh pendaki tersebut hingga Minggu pagi masih berada di lokasi karena mengalami kendala logistik dan belum dapat melanjutkan perjalanan turun.
Setelah menerima laporan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu langsung melakukan persiapan operasi SAR.
Pada pukul 06.32 WITA, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu diberangkatkan menuju lokasi menggunakan kendaraan operasional serta membawa sejumlah peralatan pendukung untuk proses pencarian dan evakuasi.
Tujuh pendaki yang masih berada di Pos 3 tersebut masing-masing bernama Rani (18), Fahri, Farel, Ramadhan, Sigit, Deikal, dan Iman.
Dalam operasi tersebut, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu dibantu pihak keluarga serta masyarakat.
Sejumlah peralatan SAR turut dikerahkan, di antaranya truck personel, motor trail, peralatan jungle rescue, peralatan navigasi, peralatan komunikasi, peralatan medis, serta peralatan evakuasi.
Hingga laporan awal tersebut diterbitkan, ketujuh pendaki masih berstatus dalam pencarian (DP). Belum ada laporan mengenai korban meninggal dunia maupun korban yang dinyatakan hilang.
Perkembangan operasi SAR terhadap tujuh pendaki tersebut akan dilaporkan lebih lanjut oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.(*)
