SIGI, – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, didampingi Panglima Kodam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar, meninjau langsung wilayah terdampak gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (19/6/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan darurat, pendataan kerusakan, serta distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak berjalan cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dalam peninjauan itu, Kepala BNPB bersama Pangdam XXIII/Palaka Wira, Bupati Sigi, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sigi meninjau sejumlah permukiman warga dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat gempa. Rombongan juga berdialog langsung dengan masyarakat guna menyerap informasi terkait kondisi terkini dan kebutuhan mendesak yang diperlukan.
Pada kesempatan tersebut, BNPB bersama pemerintah daerah dan TNI menyerahkan bantuan logistik berupa paket sembako, makanan tambahan, serta tenda darurat yang akan digunakan sebagai tempat tinggal sementara maupun sarana kegiatan keagamaan bagi warga terdampak.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan kehadiran pemerintah di lokasi bencana merupakan bentuk komitmen negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak.
“Kehadiran pemerintah di lokasi bencana adalah untuk memastikan masyarakat mendapatkan penanganan yang cepat, bantuan yang dibutuhkan, serta dukungan dalam proses pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Sementara itu, Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar menegaskan bahwa jajaran TNI terus bersinergi dengan BNPB, BPBD, pemerintah daerah, Polri, dan seluruh unsur terkait dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Kodam XXIII/Palaka Wira telah mengerahkan personel di lapangan untuk membantu proses evakuasi, pendataan, distribusi bantuan, serta mendukung upaya pemulihan wilayah terdampak. TNI akan terus hadir dan bekerja bersama rakyat dalam setiap situasi, termasuk saat terjadi bencana alam,” tegasnya.
Berdasarkan data sementara, dampak gempa dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Sigi, dengan kerusakan cukup signifikan terjadi di Kecamatan Palolo dan Nokilalaki. Selain rumah warga, beberapa fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah, kantor pemerintahan, puskesmas, dan sarana air bersih turut mengalami kerusakan.
Hingga kini, BNPB bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah dan BPBD Kabupaten Sigi masih melakukan pendataan lanjutan guna memastikan kebutuhan mendesak masyarakat, terutama hunian sementara (huntara) dan ketersediaan air bersih, dapat segera terpenuhi.
Pemerintah berharap sinergi seluruh pihak dapat mempercepat proses penanganan darurat dan pemulihan pascabencana sehingga masyarakat terdampak dapat kembali menjalankan aktivitas secara aman dan nyaman.(*)
