SIGI, – RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan akses layanan kesehatan melalui penguatan program KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uro-nefrologi).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis menghadirkan layanan spesialistik unggulan lebih dekat bagi masyarakat. Hal inilah yang dikatakan oleh Direktur RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi, dr. Diah Ratnaningsih, MKM melalui Kepala Humas, Aminuddin, S.Psi., M.Kes.
Penunjukan RSUD Tora Belo sebagai Rumah Sakit Jejaring Pengampuan KJSU oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjadi momentum penting sekaligus tanggung jawab besar bagi daerah.
”Penetapan tersebut tertuang dalam sejumlah Keputusan Menteri Kesehatan RI Tahun 2023 terkait jejaring pengampuan pelayanan kanker, stroke, kardiovaskuler, dan uronefrologi,” kata Aminuddin.
Lebih lanjut dikatakannya, saat ini Manajemen RSUD Tora Belo membuka haralan besar bagi masyarakat Kabupaten Sigi untuk mendapatkan layanan spesialistik tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Namun demikian, proses untuk memperoleh dukungan program dan bantuan alat kesehatan dilakukan melalui mekanisme ketat dan kompetitif secara nasional. Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kabupaten Sigi telah memberikan dukungan kebijakan dan fiskal terhadap pengembangan layanan KJSU.
Pada Tahun Anggaran 2024, RSUD Tora Belo memperoleh alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk pembangunan Gedung Cathlab dan Gedung Cytotoxic Drug Cabinet yang telah rampung 100 persen pada Desember 2024. Kesiapan Infrastruktur dan SDM Kementerian Kesehatan mensyaratkan kesiapan daya listrik sebagai prasyarat utama pengiriman alat kesehatan berteknologi tinggi.
”Dengan daya eksisting sebesar 345.000 KVA, RSUD Tora Belo dinilai belum mencukupi untuk operasional sejumlah alat seperti Cathlab dan CT-Scan yang masing-masing membutuhkan daya di atas 200 KVA, serta Mammografi, IHK Set, dan Cytotoxic Drug Cabinet yang juga memerlukan tambahan daya. Menindaklanjuti hal tersebut, manajemen rumah sakit telah melaporkan kepada Bupati Sigi untuk mendukung peningkatan daya listrik dari 345.000 KVA menjadi 865.000 KVA atau penambahan minimal 520.000 KVA,” jelasnya.
Peningkatan daya ini menjadi krusial agar alokasi alat kesehatan dari pemerintah pusat tidak dialihkan ke rumah sakit lain yang lebih siap. Dari sisi sumber daya manusia, RSUD Tora Belo telah menyiapkan tenaga medis spesialistik dan subspesialistik, di antaranya Dokter Subspesialis Onkologi untuk layanan kanker serta Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (Kardiolog) Subspesialis Intervensi Kardiovaskular untuk pelayanan kateterisasi jantung.
Target Penerimaan Alat Kesehatan 2026
Dengan dukungan penuh pimpinan daerah dan seluruh jajaran rumah sakit, pada tahun 2026 RSUD Tora Belo dijadwalkan menerima sejumlah alat kesehatan KJSU, yakni Cathlab, CT-Scan, Mammografi, Cytotoxic Drug Cabinet, dan IHK Set.
Kehadiran alat-alat tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses pelayanan rujukan bagi masyarakat Sigi dan wilayah sekitarnya, mengurangi angka rujukan ke luar daerah, serta mempercepat penanganan kasus-kasus prioritas KJSU.
Manajemen RSUD Tora Belo menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan memastikan setiap peluang dukungan dari pemerintah pusat dapat dimanfaatkan secara optimal demi kesehatan masyarakat Kabupaten Sigi.(*)




