Palu – Setelah sempat vakum selama hampir tiga tahun, Perkumpulan Penghoby Ayam Kontes Nasional (PPAKN) kembali menyatakan eksistensinya di Kota Palu. Kebangkitan ini menandai babak baru PPAKN di Sulawesi Tengah (Sulteng), seiring dilakukannya pembaruan struktur kepengurusan di tingkat daerah.
Saat ini, PPAKN tengah merampungkan pembentukan kepengurusan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PPAKN Sulawesi Tengah. Dalam usulan resmi yang telah diajukan ke PPAKN Pusat, nama Herman Adnyana Saputra, SH diusulkan untuk mengemban amanah sebagai Ketua DPD PPAKN Sulteng.
Di bawah kepemimpinan Herman, PPAKN Sulteng diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan publik sekaligus meluruskan stigma negatif yang selama ini kerap melekat pada kontes ayam. Ia menegaskan bahwa kegiatan yang akan dilaksanakan PPAKN murni bersifat kontestasi dan pembinaan, bukan praktik ilegal.
“Kami hanya menyelenggarakan kontes pertarungan ayam bos (Bangkok), bukan ayam pisau. Sesuai AD/ART PPAKN, setiap ayam yang dipertandingkan wajib menggunakan taji yang dibungkus. Pertandingan pun dipimpin oleh tim juri yang terlatih dan profesional,” jelas Herman, Kamis (22/1) sore.
Terkait isu perjudian yang sering dikaitkan dengan kegiatan serupa, Herman menegaskan sikap tegas PPAKN. Panitia akan melakukan sosialisasi sejak awal mengenai larangan keras peredaran uang di dalam arena pertandingan.
“Jika ditemukan adanya praktik perjudian, panitia tidak akan ragu menyerahkan pelaku kepada aparat penegak hukum. Aturan ini berlaku bagi siapa pun tanpa pengecualian,” tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan kontes ayam box sebenarnya telah pernah dilaksanakan PPAKN pada periode 2022–2023. Namun, aktivitas tersebut terpaksa dihentikan sementara akibat adanya pergantian struktur kepengurusan.
“Belajar dari pengalaman sebelumnya, setiap farm atau peternak yang ingin mengikuti kontes wajib mendaftarkan tim peternakan mereka. Panitia juga akan memberikan apresiasi kepada pemenang berupa cendera mata dan uang pembinaan, yang ditujukan untuk pengembangan budidaya ayam,” ungkap Herman.
Kembalinya PPAKN di Sulawesi Tengah diharapkan menjadi angin segar bagi para peternak dan penghobi ayam box. Kehadiran wadah resmi ini diyakini dapat menjadi sarana positif untuk menyalurkan hobi, meningkatkan kualitas peternakan, sekaligus membuktikan kemampuan para penghobi dalam merawat dan membina ayam kontes hingga meraih prestasi. (*)



