Poso, – Masyarakat Kabupaten Poso, khususnya Desa Siliwanga kini merasa terpenuhi kebutuhan utamanya setelah Pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 merealisasikan program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Desa Siliwanga, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, melaksanakan program ketahanan pangan, guna meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjamin ketersediaan air berkelanjutan bagi penghidupan masyarakat, khususnya yang bergerak di bidang pertanian.
Pembangunan JIAT tersebut dibiayai APBN Tahun 2025 dan dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu, dimana PT Adhi Karya sebagai kontraktor pelaksana. Terdapat sebanyak 15 titik irigasi yang tersebar di sejumlah Dusun di Desa Siliwanga.
Kepala Desa Siliwanga, Joni R.M. Wowor, mengatakan, dengan adanya pembangunan JIAT, kini krisis air yang telah berlangsung selama puluhan tahun, tidak lagi perlu dikuatirkan.
Sejak ditetapkan sebagai Desa definitif pada 1997, warga terus mengusulkan pembangunan irigasi teknis untuk mendukung pertanian sawah.
“Selama ini kendala utama kami adalah air. Dari total sekitar 1.100 hektare lahan di luar kawasan taman nasional, yang terolah sebagai sawah tadah hujan baru sekitar 100 hektare, dengan panen hanya sekali setahun,” ujarnya, kepada Tim Media ini, Ahad (18/01).
Diharapkannya, petani kini dapat meningkatkan produktivitas hingga tiga kali panen dalam setahun. Bahkan, sejumlah warga yang sebelumnya meninggalkan desa mulai kembali untuk mengelola lahan persawahan dan hortikultura.
“Dengan hadirnya JIAT ini, masyarakat sangat bersyukur. Harapan kami, lahan-lahan yang selama ini tidak terolah bisa kembali digarap, sehingga pertanian dan kesejahteraan warga benar-benar meningkat.”imbuh Joni.
Joni menambahkan, “Penentuan lokasi titik JIAT telah melalui kajian geolistrik serta memenuhi persyaratan hibah lahan dari pemilik, disertai surat keterangan pemerintah desa, dengan luas area pembangunan masing-masing 10 x 10 meter.” pungkasnya.(*)



