PALU, – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang nelayan yang dilaporkan jatuh dari perahu (man overboard/MOB) di perairan Desa Lanona, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, resmi dihentikan setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H., menyampaikan bahwa operasi SAR yang dimulai sejak laporan diterima pada 15 Maret 2026 itu telah dilaksanakan secara maksimal oleh tim SAR gabungan, namun hingga hari ketujuh korban belum berhasil ditemukan.
Korban diketahui bernama Rajudin (50), seorang nelayan yang berangkat melaut pada Minggu (15/3) sekitar pukul 03.30 WITA menggunakan perahu jenis katinting. Sekitar pukul 04.30 WITA, korban terpisah dari rekannya, Ardi, karena masing-masing menuju lokasi rumpon yang berbeda untuk memancing.
Namun, pada pukul 08.00 WITA, saat Ardi hendak kembali ke darat, ia berusaha mencari korban dan hanya menemukan perahu milik Rajudin dalam kondisi terikat di rumpon tanpa awak. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan oleh pihak keluarga kepada Pos SAR Morowali untuk mendapatkan bantuan pencarian.
Berdasarkan informasi tersebut, Tim SAR Gabungan segera dikerahkan ke lokasi kejadian yang berada pada koordinat 2°20’27.4″S – 121°55’52.4″E, sekitar 32 kilometer dari Pos SAR Morowali dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam perjalanan.
Selama operasi berlangsung, tim SAR melakukan pencarian dengan metode penyisiran area seluas radius 50 nautical mile (Nm) dari lokasi kejadian perkara (LKP), menggunakan beberapa unsur armada laut. Pencarian dibagi dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) dengan track spacing 1 Nm, menyisir area ke arah utara dan barat daya dari titik awal.
Adapun unsur SAR yang terlibat meliputi Tim Rescue Pos SAR Morowali, BPBD Morowali, Babinsa, pihak PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP), pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
Meski berbagai upaya telah dilakukan secara intensif sesuai prosedur standar operasional Basarnas, hasil pencarian hingga Sabtu (21/3) pukul 15.30 WITA masih nihil.
Selanjutnya, pada pukul 15.45 WITA, Tim SAR Gabungan bersama pihak keluarga dan pemerintah setempat menggelar musyawarah dan sepakat untuk menghentikan operasi SAR. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan disertai ucapan terima kasih atas partisipasi dan dedikasi selama proses pencarian.
Dengan dihentikannya operasi SAR ini, status pencarian korban dinyatakan ditutup, sementara pihak keluarga diharapkan tetap diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.(*)




