Donggala, – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palu melanjutkan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hari ketiga terhadap kecelakaan kapal KLM Nur Ainun Balqis yang tenggelam di perairan Selat Makassar, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Rabu, 18 Februari 2026.
Kapal tersebut membawa lima orang penumpang, dengan tiga orang telah ditemukan selamat dan dua lainnya masih dalam pencarian.
Insiden dilaporkan terjadi di wilayah perairan kepulauan Donggala dengan titik perkiraan kejadian (Last Known Position/LKP) pada koordinat 0°00’30.30″ LS – 119°17’6.42″ BT. Lokasi tersebut berada sekitar 52 nautical mile (Nm) dengan heading 328 derajat ke arah utara dari Dermaga KN SAR Baladewa, dengan estimasi waktu tempuh sekitar tiga jam.
Memasuki hari ketiga operasi, tim SAR gabungan memulai kegiatan dengan briefing pada pukul 07.00 WITA. Briefing difokuskan pada pengecekan kesiapan personel, alat utama (alut), pembagian sektor pencarian, serta penekanan prosedur keselamatan kerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) BASARNAS.
Selanjutnya, pada pukul 07.30 WITA, operasi pencarian dilanjutkan dengan mengerahkan satu unit KN SAR Baladewa.
Pencarian dilakukan dengan menyisir area seluas kurang lebih 509 Nm² menggunakan pola pencarian berjarak lintasan (track spacing) satu nautical mile. Area pencarian dibatasi oleh koordinat A (0°50’11” LS – 118°35’23” BT), B (0°27’39” LS – 118°35’23” BT), C (0°27’39” LS – 119°08’39” BT), dan D (0°50’11” LS – 119°08’39” BT).
Titik masuk pencarian berada pada koordinat 0°23’34.57″ LS – 118°42’30.58″ BT, sedangkan titik keluar pada koordinat 0°24’21.39″ LS – 119°14’11.38″ BT.
Dari lima korban yang berada di atas kapal, tiga orang dinyatakan selamat, yakni Saharudin (47), Muh. Alwi (32), dan Muksin (47). Sementara itu, dua korban lainnya, Guswan (47) dan Adam (20), hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Rescue KPP Palu, awak KN SAR Baladewa, TNI AL melalui Lanal Palu, Polairud, Saka SAR, serta nelayan setempat. Untuk mendukung operasi, digunakan sejumlah peralatan, termasuk KN SAR Baladewa, rescue car, perahu SAR, peralatan komunikasi, peralatan medis SAR, serta perlengkapan evakuasi.
Kondisi cuaca pada hari ketiga operasi dilaporkan berawan, dengan kecepatan angin berkisar antara 1 hingga 24 knot, tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2 meter, serta arah angin dari utara. Tim SAR menghadapi sejumlah kendala, di antaranya luasnya area pencarian, belum diketahuinya titik pasti tenggelamnya kapal, serta kondisi cuaca yang kurang bersahabat akibat gelombang tinggi dan angin kencang.
KPP Palu memastikan operasi SAR akan terus dilanjutkan secara maksimal dengan mengoptimalkan seluruh potensi personel dan peralatan yang ada hingga seluruh korban berhasil ditemukan.(*)




