POSO, – Kerusakan jalan poros Trans Sulawesi yang mengalami amblas di wilayah Desa Watu Awu, Kabupaten Poso, tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat sekitar.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Marthen Tibe, meminta agar pemerintah segera mengambil langkah nyata dan terukur guna melindungi warga dari dampak lanjutan, khususnya risiko penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan debu selama proses perbaikan jalan berlangsung.
Menurut politisi asal Partai Gerakan Indonesia Raya (Garindra) ini, negara tidak boleh abai terhadap penderitaan warga yang terdampak langsung oleh proyek perbaikan infrastruktur tersebut.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama instansi teknis terkait harus segera mencari solusi terbaik, tidak hanya berfokus pada percepatan pembangunan fisik, tetapi juga pada aspek kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Perbaikan jalan memang penting, tetapi dampak debu yang ditimbulkan juga harus menjadi perhatian serius. Pemerintah wajib mengantisipasi munculnya penyakit ISPA di tengah warga, terutama anak-anak dan lansia,” tegas Anggota Komisi III DPRD Sulteng tersebut.
Ditambahkannya, selain upaya pencegahan kesehatan, juga perlu adanya kompensasi atau bentuk tanggung jawab sosial bagi warga yang terdampak langsung oleh debu jalanan akibat aktivitas perbaikan tersebut.
Kompensasi itu dapat berupa bantuan kesehatan, masker, penyiraman rutin jalan, hingga dukungan biaya pengobatan bagi warga yang telah mengalami gangguan kesehatan.
Ia berharap pemerintah setempat dapat bertindak tegas dan responsif, agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Pembangunan harus tetap berorientasi pada keselamatan dan kemanusiaan. Jangan sampai warga menjadi korban atas kelalaian dalam mengantisipasi dampak proyek negara,” pungkasnya.
Dengan adanya perhatian dari DPRD Provinsi Sulteng, diharapkan persoalan Jalan Trans Sulawesi di Desa Watu Awu dapat segera ditangani secara menyeluruh, adil, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
BPJN Sulteng : Kami Telah Mendengar Keluhan Warga dan Kini Tengah Mencari Solusi Terbaik.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IV Provinsi Sulteng, Bambang S. Razak, S.T., M.T yang kembali dikonfirmasi sekaitan persoalan itu, mengatakan, masalah tersebut kini tengah dalam pembahasan di tingkat Satuan Kerja (Satker) PJN Wilayah IV melalui, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.1 wilayah Kabupaten Poso.
”Kami telah mendengar keluhan warga. Dan kini kami tengah memikirkan solusi terbaik bagi masyarakat terdampak. Secara teknis, persoalan ini telah dibahas oleh tim PPK setempat,” jawab Bambang dengan singkat.(*)



