PALU, — Operasi pencarian dan pertolongan terhadap enam pendaki yang tersesat di Gunung Lamari, Desa Saluaba, Kecamatan Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, berhasil dilakukan dengan selamat oleh tim dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.
Informasi kejadian pertama kali diterima pada Minggu malam (12/4) pukul 22.05 WITA dari pihak keluarga korban. Enam pendaki tersebut diketahui berangkat menuju Gunung Lamari sejak pukul 08.40 WITA untuk kegiatan rekreasi. Namun, hingga waktu yang dijadwalkan untuk kembali, yakni pukul 17.00 WITA, mereka belum juga turun dan tidak dapat dihubungi.
Upaya pencarian awal yang dilakukan oleh keluarga dan masyarakat setempat tidak membuahkan hasil. Kondisi tersebut mendorong pihak keluarga melaporkan kejadian ke tim SAR untuk meminta bantuan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Rescue dari USS Ampana segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian di kawasan Gunung Lamari. Tim tiba di lokasi pada pukul 22.50 WITA dan langsung melakukan pencarian intensif.
Hasilnya, pada Senin dini hari (13/4) pukul 00.12 WITA, tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh pendaki dalam kondisi selamat. Mereka ditemukan sekitar satu kilometer dari puncak gunung.
Selanjutnya, seluruh korban dievakuasi menuju pos registrasi dan tiba pada pukul 01.00 WITA. Setelah dilakukan pendataan, para korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
Adapun enam pendaki yang berhasil ditemukan selamat masing-masing bernama Bilal, Ramdan, Andika, Kodin, Fahmi, dan Fatur.
Dengan ditemukannya seluruh korban dalam keadaan selamat, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing.
Operasi ini melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Tim Rescue USS Ampana, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya, tim SAR menggunakan berbagai peralatan seperti kendaraan rescue, perangkat navigasi, peralatan jungle, komunikasi, serta perlengkapan medis dan evakuasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, menyampaikan bahwa keberhasilan operasi ini tidak terlepas dari kerja sama yang solid antarunsur di lapangan.(*)




