PALU, – Tragedi tenggelamnya Kapal Nazila 05 di perairan utara Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung-jawab untuk meraup keuntungan pribadi dari pemilik Kapal tersebut.
Pasalnya, oknum yang belum diketahui identitasnya itu menghubungi pemilik kapal yang diketahui merupakan seorang Wanita berinisial RS, guna meminta uang pengganti bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan selama dua hari saat proses pencarian korban Kapal Nazila yang tenggelam.
Tidak tanggung – tanggung, selain Oknum tersebut meminta uang senilai Rp 40 juta kepada Pemilik Kapal, foto profil Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H. juga dijadikan wallpaper pada akun WhatsApp pelaku yang bernomor 085893037681.
Humas Basarnas Sulteng, Fatma, Selasa (31/03) mengatakan, oknum tersebut menggunakan foto milik Kepala Kantor yang diambil di media sosial, guna meyakinkan korban RS.
”Korban yang percaya bahwa nomor WhatsApp itu milik Kepala Kantor, lalu mengirimi uang yang diminta oleh Oknum Pelaku secara bertahap dengan jumlah total mencapai Rp 20 juta,” jelas Fatma saat dikonfirmasi sore tadi.
Tidak hanya itu saja, Fatma menambahkan bahwa dalam memuluskan aksinya, Oknum tersebut turut mengirimi RS sejumlah video terkait proses pencarian Kapal Nazila.
”Kuat dugaan Oknum itu mengambil video proses pencarian para korban dari akun sosial media Basarnas, agar korban RS lebih yakin lagi bahwa nomor itu memang milik Kepala Kantor,” katanya.
Fatma menambahkan, atas aksi penipuan itu, kini pihaknya akan lebih berhati hati dalam melakukan penyebaran video proses pencarian korban dan akan terus melakukan sosialisasi, bahwa tidak ada permintaan biaya dalam upaya pencarian korban oleh Tim SAR.
”Masalah ini juga telah kami laporkan kepada pihak Kepolisian setempat,” aku Fatma, namun belum dapat memberikan nomor laporan polisinya sebab masih dalam proses pelaporan di wilayah Provinsi Manado, tepatnya di Polres Minahasa.
Sementara itu, Pemilik Kapal Nazila, RS yang dikonfirmasi oleh Media ini, melalui via WhatsApp’nya, belum dapat memberikan keterangan lebih jelas.
”Saya masih dalam perjalanan Pak,” Jawab RS singkat dari balik telepon selulernya.(*)




