PALU — Ketua Perkumpulan Penghoby Ayam Kontes Nusantara (PPAKN) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Sulawesi Tengah, Herman Adnyana Saputra, S.H., menghadiri kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (31/3) pagi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Sulawesi Tengah, Rakhmat Renaldy, A.Md.IP., S.H., M.H.; Kepala Subdit III Intelkam Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Hesky M Supit, S.H., M.H.; Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Farid Rifai, S.Sos., M.Si.; serta Kepala Kesbangpol Sulteng, Dahri Saleh, Drs., M.Si.
Selain itu, kegiatan juga diikuti puluhan organisasi masyarakat (ormas) di Sulawesi Tengah, di antaranya Front Pemuda Kaili yang dihadiri langsung oleh ketuanya, Erwin Lamporo, serta Persatuan Pemuda Kaili yang diwakili Hanif.
Dalam kesempatan tersebut, Herman menyampaikan bahwa PPAKN sendiri telah berdiri sejak tahun 2014 lalu di Jakarta dan telah tersebar di 30 wilayah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia.
Namun demikian, sebagai organisasi yang tergolong baru di Sulawesi Tengah, PPAKN berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui berbagai program yang selaras dengan kebijakan pemerintah.
“Salah satu program kami adalah pemberdayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan kesejahteraan para peternak ayam, khususnya ayam laga yang nantinya dapat berpartisipasi dalam berbagai event yang diselenggarakan PPAKN,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi dengan berbagai ormas dan instansi pemerintah di daerah, sebagaimana tercermin dalam kegiatan yang digelar Kesbangpol tersebut.
“Kami akan menjalin silaturahmi dengan berbagai ormas dan instansi pemerintah. Hal ini penting agar kita bisa bersama-sama bergerak maju dalam membangun daerah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Herman berharap pelaksanaan event The Big Game Kontes yang direncanakan ke depan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil.
“Kami berharap kegiatan tersebut dapat menggerakkan perekonomian masyarakat serta membuka peluang usaha baru di sekitar lokasi pelaksanaan,” pungkasnya. (*)




