PALU, – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu mengerahkan tim SAR untuk melakukan operasi pencarian terhadap 27 anak buah kapal (ABK) Kapal Nazila 05 yang dilaporkan tenggelam di perairan utara Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara.
Informasi kejadian diterima dari pemilik kapal, Rifani Samatia, pada Senin (30/3) sekitar pukul 10.00 WITA. Berdasarkan laporan tersebut, insiden terjadi setelah kapal mengalami kerusakan akibat cuaca buruk.
Dalam kronologi yang dihimpun, Kapal Nazila 05 bertolak dari Pulau Taliabu menuju Desa Kema pada Minggu (29/3) pukul 18.00 WIT. Namun, pada Senin (30/3) sekitar pukul 03.30 WIT, nahkoda menginformasikan kepada pemilik kapal bahwa kapal mengalami patah haluan akibat gelombang tinggi.
Sekitar 30 menit kemudian, nahkoda kembali mengabarkan bahwa kapal telah tenggelam dan seluruh ABK melakukan evakuasi mandiri menggunakan long boat.
Lokasi kejadian diperkirakan berada di koordinat 0°27’00” LS dan 124°51’00” BT, atau sekitar 133 mil laut dari Luwuk dengan radial 76 derajat.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan dari Pos SAR Luwuk diberangkatkan pada pukul 10.15 WITA dari Pelabuhan Lalong, Luwuk, menggunakan Kapal Negara (KN) SAR Bhisma. Tim diperkirakan tiba di lokasi kejadian pada pukul 18.00 WITA untuk segera melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.
Sebanyak 27 orang dilaporkan berada di dalam kapal saat kejadian, termasuk nahkoda Gazali Minggu. Hingga saat ini, seluruh korban masih dalam pencarian.
Operasi SAR melibatkan kru KN SAR Bhisma dan personel Rescuer Pos SAR Luwuk dengan dukungan peralatan navigasi dan komunikasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menyatakan bahwa upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan tim di lapangan.
Pihak Basarnas mengimbau masyarakat, khususnya pelaku pelayaran, untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar guna menghindari kejadian serupa.(*)




