PALU, – Aksi penyegelan Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Senin (9/3/2026) siang berujung pembakaran ban dan pelemparan telur serta tomat busuk.
Puluhan massa aksi yang mengaku kecewa terhadap sikap Komnas HAM dalam menangani persoalan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) lalu meluapkan kemarahan dengan melempari kantor tersebut menggunakan telur dan tomat busuk.
Sejumlah massa aksi juga melakukan pembakaran ban bekas di depan kantor Komnas HAM yang berada di Jalan Suprapto, Kota Palu.
Namun na’as, upaya tersebut justru berujung insiden. Seorang remaja yang identitasnya belum diketahui mengalami luka bakar pada lengan kirinya setelah api tiba-tiba menyambar tubuhnya.
Remaja yang mengenakan celana jeans hitam dan jaket hoodie berwarna biru muda itu awalnya terlihat menyalakan korek api sambil menyiramkan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite ke ban bekas yang hendak dibakar.
Belum sempat menjauh, api yang menyala tiba-tiba menyambar tangan dan sebagian tubuhnya.
Melihat kejadian itu, sejumlah rekannya langsung bergegas membantu memadamkan api yang mulai menjalar di tubuh korban.
Remaja tersebut kemudian terlihat berlari ke samping kantor Komnas HAM sambil meringkuk kesakitan akibat luka bakar yang dideritanya.
Beberapa massa aksi segera memberikan pertolongan awal dengan mengoleskan pasta gigi pada bagian luka bakar di lengannya.
Tak lama kemudian, korban dibawa keluar dari lokasi kerumunan massa untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung terukur dan dalam situasi yang terkontrol, meski melakukan pelemparan sebagai simbolis kekecewaan, massa aksi tidak melakukan tindakan anarkis lainnya.
Unjuk rasa tersebut ditutup dengan aksi penyegelan kantor Komnas HAM Sulteng serta penegasan penulisan pada bagian tembok kantor, bahwa Kantor tersebut tengah disegel. (*)



