PALU, – Menyikapi tuntutan ribuan masyarakat lingkar tambang Poboya yang meminta agar pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), baik Kota Palu maupun Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) turut mendukung aspirasi masyarakat dalam hal penciutan lahan konsesi milik Perseroan Terbatas Citra Palu Mineral (PT CPM) sebanyak 246.000 Haktera, Rusman Rusli, selaku anggota DPRD Kota Palu, menyatakan sikap untuk mendukung penuh aspirasi masyarakat tersebut.
Dihadapan ribuan masa aksi, Rabu (28/01) Pagi tadi, Rusman Rusli yang merupakan politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) asal Daerah Pemilihan (Dapil) Palu Timur dan Mantikolore, berjanji akan mengawal aspirasi masyarakat tersebut dan melakukan pertemuan lintas lembaga, baik itu di tingkat Pemerintah Kota Palu maupun Provinsi Sulteng.
“Saya mendukung penuh hal ini. Dan mari kita bersama – sama memperjuangkannya, demi keadilan bagi masyarakat, khususnya para penambang yang ada di tanah adat Kaili ini,” ucap Rusman kala itu yang turut berada di atas mobil orator masa aksi.
Ditambahkannya, dirinya pun mendukung adanya investasi bagi daerah, namun hal itu tentunya harus menjunjung penuh keadilan bagi masyarakat yang ada.
Di kesempatan yang sama, Nurhalis Nur, yang juga merupakan politisi asal PKS Dapil Palu Barat, menyatakan siap menjadi garda terdepan dalam membawa aspirasi rakyat yang merupakan pejuang bagi keluarganya.
“Kami siap berada di Garda terdepan untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Kota Palu, karena kami peduli kondisi perekonomian rakyat saat ini,” tegas Nurhalis yang juga merupakan Wakil Ketua Fraksi PKS di DPRD Kota Palu.
Usai menyampaikan kehadiran mereka, kedua legislator Kota Palu tersebut, turut bertanda tangan dalam menyetujui apa yang diinginkan masa aksi, yakni penciutan lahan konsesi PT CPM. Masa aksi yang merasa puas atas kehadiran perwakilan pihak DPRD Kota Palu tersebut, lalu bergerak menuju Gedung DPRD Provinsi Sulteng secara tertib dan damai.(*)




