Sigi, – Dalam rangka menekan jatuhnya korban jiwa pada anak di bawah umur akibat kecelakaan lalu lintas, pihak Polres Sigi terus melakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap siswa, melalui seluruh sekolah yang ada di wilayah kerjanya.
Hal inilah yang disampaikan oleh Kapolres Sigi, AKBP Kari Amsah Ritonga, melalui Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Sigi, Iptu Rahmat, pada Selasa (30/12) kemarin kepada Media ini.
“Selain itu kami juga menghimbau kepada pihak sekolah, agar membatasi atau bahkan melakukan pelarangan terhadap siswanya untuk membawa kendaraan bermotor sendiri, khususnya yang belum memiliki SIM. Semoga hal ini pun mendapat apresiasi dari pihak Pemerintah setempat, demi mengurangi jumlah korban laka lantas pada anak anak kita di Sigi yang masih berstatus pelajar,” ucap Kasar Rahmat.
Pasalnya, di tahun 2025 saat ini jumlah kasus laka yang terjadi di wilayah Kabupaten Sigi, meningkat drastis dari 77 kasus yang di tahun 2024 dan sebanyak 83 kasus di tahun ini.
Adapun usia pengendara yang terlibat laka lantas, yakni usia 5 – 15 tahun sebanyak 16 orang, dimana tahun sebelumnya hanya 7 orang saja. Sementara untuk usia 15 – 25 tahun sebanyak 26 orang, usia 26 – 30 sebanyak 9 orang, usia 31 – 40 sebanyak 7 orang, usia 41 – 50 Tahun sebanyak 6 orang, dimana kalangan usia ini menurun dari sebelumnya sebanyak 12 orang.
Sementara jumlah usia terbanyak alami laka lantas lainnya di tahun 2025 ini, ialah usia 51 – 60 tahun sebanyak 19 orang.
“Selain tingkat kesadaran dalam safety berkendara yang minim, kondisi jalanan yang rusak, banyaknya lubang dan ruas jalan yang agak sempit juga menjadi faktor penyebab lainnya,” kata Rahmat.
Berdasarkan data yang diperoleh, justru jumlah laka lantas yang paling banyak terjadi, berada di kawasan jalanan yang luas dan aspalnya dalam kondisi baik, yakni di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, dimana telah terjadi sebanyak 10 kasus laka lantas. Menyusul di Desa Kalukubula sebanyak 9 kasus dan Mpanau sebanyak 4 kasus.
Sedangkan untuk di wilayah Kecamatan Marawola, laka lantas lebih banyak terjadi di wilayah Desa Binangga sebanyak 5 kasus dan Baliase sebanyak 2 kasus. Untuk wilayah Kecamatan Dolo sendiri, terbanyak laka lantas terjadi di wilayah Desa Kotapulu, yakni 3 kasus dan Kecamatan Sigi Kota, di Desa Bora sebanyak 4 kasus.
“Dari sejumlah laka lantas tersebut, adapun kerugian material di Tahun ini mencapai Rp 200 juta lebih, juga meningkat tajam dibanding tahun lalu yang hanya berkisar Rp 146 juta saja,” papar Rahmat.(*)




