PARIMO, – Seorang nelayan bernama Sahrul Ahmad (61) dilaporkan hilang kontak saat melaut di perairan Desa Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Hingga Sabtu (18/4/2026), korban belum kembali dan masih dalam pencarian oleh tim SAR.
Informasi yang dihimpun dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menyebutkan, laporan pertama diterima dari pihak keluarga pada pukul 06.40 WITA. Korban diketahui berangkat melaut sejak Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 14.00 WITA menggunakan perahu jenis katinting untuk mencari cumi-cumi.
“Berdasarkan kebiasaan, korban biasanya kembali ke darat keesokan harinya setelah satu malam melaut. Namun hingga saat laporan diterima, korban belum kembali,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal.
Sebelum dilaporkan ke pihak SAR, upaya pencarian awal telah dilakukan oleh keluarga bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat, namun belum membuahkan hasil.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue dari Pos SAR Parigi langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 06.58 WITA menggunakan perahu Rigid Inflatable Boat (RIB). Lokasi pencarian berada sekitar 10 mil laut arah timur laut dari Pos SAR Parigi, dengan estimasi waktu tempuh sekitar satu jam.
Dalam operasi ini, unsur SAR yang terlibat meliputi Tim Rescue Pos SAR Parigi, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Berbagai peralatan turut dikerahkan, antara lain kendaraan rescue, perahu RIB, peralatan SAR air, perangkat komunikasi, perlengkapan medis, serta alat evakuasi.
Hingga saat ini, korban masih berstatus dalam pencarian. Tim SAR terus berupaya melakukan penyisiran di area perairan dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan dan kondisi cuaca.
Pihak SAR memastikan perkembangan operasi akan disampaikan secara berkala kepada publik.(*)




